Mutiara Kata

“Orang baik jarang mengaku jahat, tapi orang jahat seronok mengaku baik.”

Saturday, 11 June 2011

SHILATURRAHIM-TALI YANG KELAK MENJADI SAKSI

Di antara surga dunia adalah bertautnya hati keluarga dan kerabat dalam ikatan kasih sayang. Atau yang lazim disebut silaturrahim. Dengannya, urusan menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, karena ada sanak saudara yang saling membantu atas dasar cinta. Di samping kebahagiaan hati, rezeki dan barakah umur menjadi bagian yang melengkapi kesempurnaan manfaat silaturrahim. Nabi bersabda:
                                               مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ أَوْ يُنْسَأَ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه
            ُ
"Barangsiapa yang ingin mendapatkan kegembiraan berupa kelapangan rezeki dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya menyambung silaturrahim"
  (HR Muslim)

Makna dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya adalah barakah dalam rejeki dan umurnya. Sehingga harta yang dimiliki lebih mencukupi dari kekayaan melimpah yang dimiliki orang kaya. Barakah umur berarti banyaknya pahala yang ia dapatkan dalam waktu yang singkat, ia laksana orang yang panjang usianya yang memenuhi umurnya dengan amal shalih.

Bisa pula bermakna hakiki. Di mana Allah menjadikan silaturrahim sebagai sebab dimudahkannya rejeki, dan dipanjangkannya umur.
Shilaturrahim bukan saja berfaedah bagi dunia, tapi juga perintah yang diwajibkan Allah, diberi pahala orang yang melakukannya dan diancam dosa bagi orang yang meninggalkannya. Bahkan, karena pentingnya silaturrahim, Allah akan menyambung kasih sayang kepada orang yang menjalin silaturrahim, dan Allah akan memutuskan kasih sayang-Nya bagi siapa yang memutuskan hubungan kekerabatan, sebagaimana disebutkan dalam hadits Muslim.

Tak hanya itu, Allah akan menyegerakan pahala di dunia sebelum pahala di akhirat bagi siapapun yang menyambung shilaturrahim, dan Allah akan menimpakan bencana di dunia bagi siapa yang memutuskan shilaturrahim, sebelum bencana yang lebih dahsyat di akhirat kelak. Nabi n bersabda:

لَيْسَ شَيْءٌأُطِيْعَ اللهُ فِيْهِ أَعْجَلُ ثَوَاباً مِنْ صِلَةِ الرَّحِمِ وَلَيْسَ شَيْءٌ أَعْجَلُ عِقاَباً مِنَ اْلبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ))

"Tiada suatu ketaatan kepada Allah yang lebih disegerakan pahalanya dari shilaturrahim, dan tiada suatu dosa yang lebih disegerakan siksanya di dunia dari melampaui batas dan memutuskan kasih sayang"
(HR Baihaqi dan dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami')

Mari kita tengok kembali, siapa saja yang termasuk kerabat kita, lalu berapa banyak di antara mereka yang telah kita jalin shilaturrahim, berapa pula yang telah kita putus ikatan kasih sayangnya. Karena shilaturrahim adalah tali, yang kelak akan bersaksi pada hari kiamat, siapa yang telah menyambungnya, siapa pula yang telah memutuskannya. 

LAHIRKAN PERASAAN IKHLAS DALAM IBADAT

“oleh itu, maka sembahlah kamu akan Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepada-Nya (dan menjauhi syirik), sekalipun orang-orang kafir tidak menyukai (amalan kamu yang demikian).                                                                                             (Surah al-Mukmin :14)

Huraian
Ulama Hasan al-Banna memberikan pengertian ikhlas sebagai sengaja melakukan perbuatan semata-mata untuk mencari keredhaan Allah s.w.t. dan memurnikan perbuatan daripada segala bentuk kesenangan duniawi, sehingga ikhlas adalah tindakan berupa mengesakan Allah s.w.t. dan melakukan sesuatu hanya untuk Allah s.w.t.
Sungguhpun begitu, kebanyakan kita meremehkan unsur keikhlasan ini. Kemungkinan sebabnya adalah kerana ia sangat sulit dilakukan kerana untuk bersikap ikhlas, seseorang harus mampu menyingkirkan sifat angkuh dan ego di dalam dirinya.
Begitu juga dengan sifat menunjuk-nunjuk (riya'). Seorang Muslim yang mampu menjalani ibadah secara ikhlas, telah dijanjikan berbagai-bagai keutamaan oleh Allah s.w.t. sebagaimana yang dinyatakan di dalam al-Quran.
Selain itu, ikhlas adalah salah satu syarat bagi seorang Muslim agar amal ibadahnya diterima oleh Allah s.w.t.

Beberapa tanda keikhlasan akan dapat dilihat jika seorang Muslim itu merasa takut untuk melanggar perintah Allah s.w.t. atau dia melakukan sesuatu kebajikan itu secara diam-diam tanpa mewar-warkannya kepada orang lain.
Seorang yang ikhlas juga akan selalu merasa dirinya kurang di sisi Allah s.w.t.
Akibatnya dia akan selalu terdorong untuk terus meningkatkan amal ibadahnya, bukannya merasa puas dan bangga atas segala ibadah yang telah dikerjakannya.

Kesimpulan:
Ikhlas adalah kunci kehambaan seseorang manusia itu terhadap Tuhannya. Tanpa rasa ikhlas, kita akan sentiasa menipu diri kita sendiri seolah-olah seorang munafik yang tidak jujur di dalam perbuatannya.
Justeru setiap Muslim hendaklah berusaha untuk meningkatkan keimanannya agar keikhlasan itu muncul di dalam jiwa, lantas menerbitkan sifat
taqwa dan hanya mengharapkan keredhaan Allah s.w.t. sahaja tanpa menghiraukan ancaman mahupun ejekan musuhnya.

Wednesday, 25 May 2011

99 Langkah menuju ke jalan syurga

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat; 
02. Sabar apabila mendapat kesulitan; 
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program; 
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan; 
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan; 
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan; 
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan; 
08. Jangan usil dengan kekayaan orang; 
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang 
10. Jangan sombong kalau memperoleh kejayaan 
11. Jangan tamak kepada harta; 
12. Jangan terlalu bongkak akan sesuatu kedudukan 
13. Jangan hancur kerana kezaliman; 
14. Jangan goyah kerana fitnah; 
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri; 
16. Jangan campur harta dengan harta yang haram; 
17. Jangan sakiti ayah dan ibu; 
18. Jangan usir orang yang meminta-minta; 
19. Jangan sakiti anak yatim; 
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar; 
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil; 
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid); 
23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu; 
24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid; 
25. Biasakan solat malam; 
26. banyak zikir dan do'a kepada Allah; 
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat; 
28. Sayangi fakir miskin; 
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah; 
30. Jangan marah berlebih-lebihan; 
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan; 
32. Bersatulah kerana Allah dan berpisahlah kerana Allah; 
33. Berlatihlah konsentrasi fikiran; 
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila kerana sesuatu     sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan; 
36. Jangan percaya ramalan manusia; 
37. Jangan terlampau takut miskin; 
38. Hormatilah setiap orang; 
39. Jangan terlampau takut kepada manusia; 
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala; 
41. Berlakulah adil dalam segala urusan; 
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah; 
43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala; 
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran; 
45. Perbanyak silaturrahim; 
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam; 
47. Bicaralah secukupnya; 
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya; 
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu; 
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin; 
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga; 
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan; 
54. Hormatilah kepada guru dan ulama; 
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi; 
56. Cintai keluarga Nabi saw; 
57. Jangan terlalu banyak hutang; 
58. Jangan terlampau mudah berjanji; 
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara; 
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat 
seperti mengobrol yang tidak berguna; 
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh; 
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar; 
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu; 
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita; 
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan  kejahatan lagi; 
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita; 
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan; 
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan; 
70. Jangan melukai hati orang lain; 
71. Jangan membiasakan berkata dusta; 
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian; 
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab; 
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan; 
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita; 
76. Jangan membuka aib orang lain; 
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang  yang lebih berprestasi dari kita; 
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana; 
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan; 
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya; 
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara; 
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain; 
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara; 
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa; 
85. Hargai prestasi dan pemberian orang; 
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan; 
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan; 
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita; 
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu; 
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana; 
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita; 
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina; 
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya; 
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban; 
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan; 
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri; 
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan; 
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan; 
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan  memiskinkan orang
   

Saturday, 16 April 2011

ISTIMEWANYA MENJADI WANITA.

Betapa bertuahnya menjadi wanita.
Bersyukurlah kerana menjadi wanita. Bacalah risalah ini dengan niat untuk diamalkan dan sampaikan kepada mereka yang lain. Insya Allah.

Istimewanya Wanita
1. Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal tersebut, jawab baginda : "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki yang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

5. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah.Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail a.s.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca "Alhamdulillahi'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah- Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa." ; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah s.a.w.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ehsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adala syurga.

10. Daripada Aisyah r.ha. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung diudara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya. (serta menjaga sembahyang dan puasanya)

15. Aisyah r.ha. berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?" Jawab baginda, "Suaminya" "Siapa pula berhak terhadap lelaki ?" Jawab Rasulullah s.a.w. "Ibunya".

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yangdiberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), makamalaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik daripada seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya lapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau merenung ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keredhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap renungannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak,

engkau dan dirinya.
57. Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.

Thursday, 14 April 2011

Nasihat Nabi s.a.w kepada Ali r.a

Wahai Ali, bagi orang ‘ALIM itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yang haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yang JUJUR itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Merahsiakan ibadahnya
2) Merahsiakan sedekahnya.
3) Merahsiakan ujian yang menimpanya.

Wahai Ali, bagi orang yang TAKWA itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda-tandanya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Semoga diberi taufiq dan hidayah untuk kita memiliki kesemua sifat-sifat tersebut amiin…

hawa dicipta dari tulang rusuk adam

seorang laki-laki jika dia kesakitan, maka dia akan membenci. Sebaliknya wanita, saat dia kesakitan, maka semakin bertambah sayang dan cintanya,, Seandainya Hawa diciptakan dari Adam As saat Adam terjaga, pastilah Adam akan merasakan sakit keluarnya Hawa dari sulbinya, hingga dia membenci Hawa. Akan tetapi Hawa diciptakan dari Adam saat dia tertidur, agar Adam tidak merasakan sakit dan tidak membenci Hawa. Sementara seorang wanita akan melahirkan dalam keadaan terjaga, melihat kematian dihadapannya, namun semakin sayang dan cinta nya kepada anak yang dilahirkan bahkan ia akan menebus nya dengan kehidupannya.
Sesungguhnya Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk yang bengkok yang tugasnya adalah melindungi Qalbu(jantung, hati nurani). Oleh karena itu, tugas Hawa adalah menjaga qalbu. Kemudian Allah menjadikan nya bengkok untuk melindungi qalbu dari sisi yang kedua. Sementara Adam diciptakan dari tanah, dia akan menjadi petani, tukang batu, tukang besi, dan tukang kayu. Wanita selalu berinteraksi dengan perasaaan, dengan hati, dan wanita akan menjadi seorang ibu yang penuh kasih sayang, seorang saudari yang penyayang, seorang putri yang manja, dan seorang istri yang penurut.
Dan wajib bagi Adam untuk tidak berusaha meluruskan tulang yang bengkok tersebut, seperti yang dikabarkan oleh Nabi Muhammad SAW, “jika seorang lelaki meluruskan yang bengkok tersebut dengan serta merta, maka dia akan mematahkannya.” Maksud nya adalah dengan kebengkokan tersebut adalah perasaan yang ada pada diri seorang wanita yang mengalahkan perasaan seorang laki-laki.
maka wahai Adam janganlah merendahkan perasaan Hawa, dia memang diciptakan seperti itu. Apabila seseorang wanita mengatakan dia sedang bersedih, tetapi dia tidak menitikkan airmata, itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya. Apabila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya, lebih baik beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu meminta maaf. Dan wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci untuk orang yang paling dia sayang...

Monday, 11 April 2011

Definisi CINTA Dalam Al Qur’an

Definisi CINTA Dalam Al Qur’an

Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.

Sebagaimana dalam QS Ali Imron : 14 “Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).” Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.

Adapun Wudda dalam QS Maryam : 96 “ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ” jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia. Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” Dalam ayat inipun Allah menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.

Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan terraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta Nya kepada hamba yang dkehendakiNya. Allah yang akan mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah tidak menghendakiNya. Oleh karena itu terraihnya cinta—wudda pada satu pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yang Allah berikan pada pasangan tersebut.

Cinta inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya, cinta yang atas nama Allah, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah.

Cinta Menurut Pandangan Islam

Cinta. Apa itu cinta? Jika kita berbicara tentang cinta, pasti kita tidak terlepas daripada memperkatakan tentang cinta monyet yang menjadi nadi kepada kehidupan muda-mudi masa kini. Malahan kebanyakan cinta seperti ini menjurus kepada pelakunya untuk membuat perkara maksiat tanpa menilai dan memahami erti cinta yang sebenar-benarnya. Cinta bukan sekotor itu.

Apakah maksud atau makna cinta? Cinta sebenarnya merupakan satu fitrah yang ada di dalam hati setiap manusia. Cinta wujud hasil daripada satu perasaan yang halus. Cinta mewujudkan perasaan kasih sayang dan belas kasihan sesama manusia dan makhluk di dunia ini. Tanpa perasaan cinta, seseorang itu akan merasai kekosongan di dalam jiwa mereka.

Cinta yang hanya berpaksikan runtutan fitrah tanpa dicemari oleh hawa syahwat melambangkan kedamaian, keamanan dan ketenangan.

Bagaimanapun, cinta seringkali diperalatkan untuk melepaskan keghairahan nafsu. Maka akan terjadi bermacam perkara yang merosakkan manusia dan membawa kepada kemaksiatan dan kehancuran umat terutama bagi golongan remaja yang terlalu taksub dan asyik dengan cinta tanpa ada penilaian dan pertimbangan akal fikiran yang waras.

Cinta yang hanya berlogikkan nafsu dan syahwat semata-mata hanyalah cinta palsu yang penuh jijik dan hina. Oleh hal yang demikian itu, sebagai remaja, terutamanya remaja mukmin, kita sewajarnya peka terhadap kehadiran cinta di dalam jiwa dengan lebih memahami makna dan erti serta cara yang sesuai untuk menerima dan memberi cinta kepada seseorang. Jangan hanya membuta tuli dan mengikut tuntutan nafsu semata.

Cinta dan permasalahannya telah menjadi perkara serius yang dihadapi oleh umat Islam hari ini. Pertembungan antara cinta hakiki dengan cinta palsu menyebabkan umat Islam menghadapi dilema perasaan yang kronik. Krisis cinta palsu telah menyebabkan umat Islam memusnahkan etika spritual - membunuh solidariti dan menodai sosial sehingga ada yang sanggup membunuh dan membunuh diri akibat daripada tekanan perasaan yang sukar untuk dikawal.

Islam tidak memusuhi cinta. Ini sesuai dengan ciri-ciri Islam sebagai agama yang menepati fitrah manusia. Malah, Islam memandang tinggi persoalan cinta yang tentunya merupakan perasaan dan fitrah yang menjiwai naluri setiap manusia.

Bagaimanapun, cinta di dalam Islam perlulah melalui pelbagai peringkat keutamaannya yang tersendiri seperti:

1. Cinta kepada Allah

Islam meletakkan cinta yang tertinggi dalam kehidupan manusia, iaitu cinta kepada Allah. Tanpa cinta kepada Allah, perlakuan hamba tidak memberi pulangan yang bererti, sedangkan apa yang menjadi tunjang kepada Islam ialah mengenali dan dan mencintai Allah. Dengan cinta akan mendorong manusia untuk mengabdikan diri kepada Allah serta menerbitkan iman yang mantap.

Firman Allah s.w.t:
“... (Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain daripada Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah...” (Surah Al-Baqarah : 165)

2. Cinta kepada Rasulullah s.a.w. dan Para Anbia´

Ketika manusia berada di dalam kegelapan, maka diutuskan pembawa obor yang begitu terang untuk disuluhkan kepada manusia ke arah jalan kebenaran. Pembawa obor tersebut ialah Rasulullah s.a.w.

Maka, menjadi satu kewajipan kepada setiap yang mengaku dirinya sebagai muslim memberikan cintanya kepada Rasulullah dan para anbia´ dengan mengikut segala sifat yang terpuji.

Kerana perasaan kecintaan inilah, para sahabat sanggup bergadai nyawa dan menjadikan tubuh masing-masing sebagai perisai demi mempertahankan Rasulullah s.a.w dalam usaha Baginda untuk menyebarkan agama Islam.

Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, ada disebut:

“Diriwayatkan daripada Anas r.a, katanya: Nabi s.a.w bersabda: Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperoleh kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih daripada selain kedua-duanya, mencintai seorang hanya kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya daripada kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam neraka.” (Bukhari: no. 15, Muslim no. 60, Tirmizi: no. 2548, Nasaie: no. 4901)

3. Cinta Sesama Mukmin

Perasaan kasih sayang sesama manusia merupakan tunggak utama untuk menyalurkan konsep persaudaraan. Cinta inilah yang mengajar kita supaya mencintai ibu bapa dan keluarga. Selain daripada cinta kepada kedua-dua ibu bapa, Islam juga meletakkan cinta sesama mukmin sebagai syarat kepada sebuah perkumpulan atau jemaah yang layak bersama Rasulullah s.a.w.

Maksud firman Allah s.w.t:
“... Nabi Muhammad (s.a.w) ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir yang (memusuhi Islam), dan sebaiknya bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam)...” (Surah Al-Fath: 29)

Inilah yang telah diajar oleh Islam. Maka masyarakat sejagat, malah umat Islam sendiri dapat melihat bahawa betapa agungnya unsur kasih sayang dan cinta yang terdapat di dalam Islam dan begitu jualah agungnya penjagaan Islam sendiri terhadap umatnya supaya tidak mencemarkan kesucian cinta dengan kekotoran nafsu.

Itulah cinta di dalam Islam. Ia haruslah diasaskan di atas dasar keimanan kepada Allah. Alangkah ruginya cinta yang lari dari landasan iman. Lalu akan hanyutlah jiwa-jiwa yang menyedekahkan dirinya untuk diperlakukan oleh ´syaitan cinta´ sewenangnya-wenangnya.

Sesungguhnya cinta sebelum perkahwinan merupakan cinta palsu walaupun dihiasi dengan rayuan manja kerana itu hanya panggilan ke lembah kebinasaan. Masa muda yang dianugerahkan oleh Allah hanyalah sekali berlaku dalam hidup dan tidak berulang lagi untuk kali kedua atau seterusnya.

Maka dalam meniti usia, remaja perlu berhati-hati dengan mainan perasaan walaupun merupakan perkara yang amat sukar dilakukan, apatah lagi semakin dihambat usikan perasaan, semakin ia datang mencengkam. Itulah azam kita untuk melawan nafsu dan alangkah malunya untuk kita tewas dan kita sendiri merelakan diri dibawa oleh arus yang menghancurkan.

Jangan jadikan diri kita sebagai hamba cinta yang hanya berlandaskan nafsu tanpa pertimbangan akal yang waras. Kita seharusnya mengawal perasaan cinta kerana jika terlalu obses terhadap seseorang, manusia biasanya akan hilang kawalan dan tidak dapat menerima hakikat kehilangan, lantas sanggup melakukan sesuatu yang buruk untuk melepaskan perasaan kecewa seperti pembunuhan kejam terhadap Allahyarham Norzi Ayu Md Nor baru-baru ini serta beberapa contoh yang lain.